Tampilkan postingan dengan label Teco News. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Teco News. Tampilkan semua postingan

Jumat, 22 April 2011

SMK TUNAS HARAPAN BANGSA

Selayang Pandang
SMK Tunas Harapan Bangsa didirikan atas prakarsaYayasan Pusat Pendidikan Indonesia – Jepang (YPPKIJ), dengan izin Diknas No.421.5/1385a/Dikmen/Kab. Cianjur dengan kompetensi keahlian Farmasi dan Analis Kimia.
Sejalan dengan pemikiran VISI dan MISI Pemerintah Kabupaten Cianjur SMK Tunas Harapan Bangsa hadir memenuhi tuntutan masyarakat yang mendambakan lulusannya yang berbudi pekerti luhur dan berakhlakul karimah, didukung dengan kompetensi dan profesionalisme dibidang keahlian Farmasi dan Analis Kimia. Hal ini terbukti peserta didik mampu melaksanakan Praktek Kerja Industri (PRAKERIN) yang berpusat di Apotek dan Rumah Sakit seperti :
RSUD Syamsudin S.H., RS Assyifa dan Apotek-apotek yang ada di Sukabumi dan Cianjur. SMK Farmasi Tunas Harapan Bangsa keberadaannya diharapkan oleh Dunia Usaha dan Industri sesuai dengan kompetensinya, terutama diwilayah Cianjur, Sukabumi dan kota-kota lainnya.

Visi
Terwujudnya siswa yang memiliki life skill dan berkualitas serta professional dan mampu berkompetisi dibidang kefarmasian, di Dunia Usaha dan Dunia Indusri.

Misi
• Menciptakan kondisi belajar yang kondusif dan dinamis sesuai dengan harapan masyarakat.
• Mengembangkan potensi siswa yang siap bersaing memasuki lapangan kerja dan profesional dibidang farmasi dan analis kimia.
• Menyiapkan lulusan yang handal untuk dapat melakukan analisis kualitatif dan kuantitatif dibidang farmasi, analis kimia, serta mampu memenuhi kebutuhan lapangan kerja (dunia usah dan dunia industri)

Prosfek Karir & Lapangan Pekerjaan
Prosfek kerja lulusan farmasi, dan analis kimia sangat cerah karena memiliki lapangan pekerjaan sangat luas baik instansi pemerintahan maupun swasta diantaranya :
1. Rumah Sakit/Puskesmas/Poliklinik/Dinas Perikanan.
2. Pemda/BUMN/Dinas Kesehatan.
3. Balai Pengobatan dan Pelatihan /BBAT
4. Apotek/Rumah Obat
5. Industri Farmasi,industri Kimia, Industri Makanan dan Minuman
6. Dunia Usaha / industri Nasional dan Internasional.
Dapat melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi sesuai dengan jurusannya dalam bidang Farmasi, Kimia, Pertanian, Kedokteran, Kebidanan, Keperawatan dan lain sebagainya, baik perguruan tinggi negeri maupun swasta.

Tenaga Pengajar
SMK Tunas Harapan Bangsa didukung oleh tenaga pengajar ahli dan profesional yang berpredikat S-1 (Sarjana) UPI, ITB, UNINUS, UNJANI, UNSUR, STAI Siliwangi, IAIN Sunan Gunung Djati, STAIS Cianjur dan Perguruan Tinggi lainnya.

Profil Jurusan
• Farmasi
Menyiapkan tenaga yang siap bekerja melayani masyarakat dalam penyelidikan dan pengembangan obat-obatan yang aman dan bermutu menurut kesehatan.
• Analis Kimia
Menyiapkan tanaga yang terampil dalam mengelola laboratorium, melakukan sampling laboratorium, dan membuat pelaporan serta mampu melakukan analisis bahan, verifikasi, validasi, dan mengelola dibidang analisis kimia.

Lapangan Pekerjaan
• Instansi Pemerintah (Rumah Sakit/Puskesmas)
• Pemda/BUMN/Dinas Kesehatan
• Apotek/Rumah Obat
• Industri Farmasi dan Kimia

Kegiatan Pembelajaran
Pelaksanaan Pembelajaran dituangkan dalam bentuk kegiatan-kegiatan kurikuler dan ekstrakurikuler.
Kegiatan Kurikuler. Dilaksanakan sesuai dengan struktur kurikulum, sesuai dengan bidang keahlian.
Kegiatan Ekstrakurikuler. PRAMUKA, PASKIBRA, PMR, KARATE, KIR, FUTSALL, BOLA VOLI, ENGLISH CLUB, KESENIAN, ROHIS.

Lokasi Praktek Kerja Indusrtri (PRAKERIN)
1. Farmasi : Rumah Sakit/Pusksesmas/Poli Klinik/Dinas Kesehatan/ Apotek/Toko Obat/Praktek Dokter/Pedagang Besar Farmasi/Industri Obat.
2. Analis Kimia : Rumah Sakit/Dinas Kesehatan/Toko Obat//Toko Kimia/Industri Obat, Makanan & Minuman/Laboratorium.

Kelanjutan Pendidikan
Lulusan SMK Tunas Harapan Bangsa Cianjur dapat melanjutkan melalui jalur profesi maupun umum seperti AKPER,APOTEKER,UPI,ITB (Perguruan Tinggi/Universitas Negeri atau Swasta) lainnya.

Fasilitas Dan Sarana Belajar
• Lingkungan sekolah yang bersih,kondusif,aman dan nyaman.Jauh dari kebisingan kota.
• Ruang belajar yang standar, komputer,internet dan lain-lain.
• Saetiap jurusan dilengkapi oleh ruang praktikum dengan fasilitas dan peralatan yang standar.

Senin, 24 Januari 2011

Sejarah Cianjur


Beginilah dokumen Pendopo tempat tinggal Bupati Cianjur dari masa ke masa sehingga jadi Pendopo Bupati seperti saat ini.(FOTO:DOK IST/RADAR CIANJUR)

Seiring perubahan zaman, tak semua warga asli Cianjur mengetahui sejarah berdirinya Kabupaten Cianjur. Maka perlu dibuka bagaimana babat Cianjur yang berawal dari munculnya Raden Wiratanu putra RA Wangsa Goparana Dalem Sagara Herang 2 Juli 1677, hingga membuka jadi Kabupaten Cianjur saat ini. RIKI RIZKI, Cianjur CIANJUR Sudah berusia ke 333 tahun (12 Juli 1677-12 Juli 2010). Pada usianya yang sudah termasuk tua itu banyak peninggalan-peninggalan masa lalu yang bisa dikenang. Berdasarkan Babad Cianjur, terguar sejak tiga abad silam merupakan saat bersejarah bagi Cianjur. Karena berdasarkan sumber-sumber tertulis, sejak tahun 1614 M di daerah Gunung Gede dan Gunung Pangrango ada di bawah Kesultanan Mataram, sekitar tanggal 2 Juli 1677, Raden Wiratanu putra RA Wangsa Goparana Dalem Sagara Herang mengemban tugas untuk mempertahankan daerah Cimapag dari kekuasaan kolonial Belanda yang mulai menanamkan kekuasaanya di nusantara. Upaya Wiratanu untuk mempertahankan daerah ini juga erat kaitannya dengan desakan Belanda/VOC saat itu yang ingin mencoba menjalin kerjasama dengan Sultan Mataram Amangkurat I. Namun sikap patriotik Amangkurat I yang tidak mau bekerjasama dengan Belanda/VOC mengakibatkan ia harus rela meninggalkan keraton tanggal 2 Juli 1677. "Kejadian ini memberi arti bahwa setelah itu Mataram terlepas dari wilayah kekuasaannya," kata Budayawan Cianjur Abah Ruskawan, ketika mengguar sejarah awal Cianjur. Menurutnya, pada pertengahan abad ke-17 ada perpindahan rakyat dari Sagara Herang yang mencari tempat baru di pinggir sungai untuk bertani dan bermukim di tempat tinggi. Babakan atau kampung mereka namakan menurut nama sungai. Di mana pemukiman itu berada di sekitar Cikundul dan Cikalongkulon. Seiring dengan itu Raden Djajasasana putra Aria Wangsa Goparana dari Talaga keturunan Sunan Talaga, terpaksa meninggalkan Talaga karena masuk Agama Islam. "Sedangkan para Sunan Talaga waktu itu masih kuat memeluk agama Hindu," sebut Abah. Aria Wangsa Goparana kemudian mendirikan Nagari Sagara Herang dan menyebarkan Agama Islam ke daerah sekitarnya. Sementara itu Cikundul yang sebelumnya hanyalah merupakan sub nagari menjadi Ibu Nagari tempat pemukiman rakyat Djajasasana. Beberapa tahun sebelum tahun 1680 sub nagari tempat Raden Djajasasana disebut Cianjur (Tsitsanjoer-Tjiandjoer).(**)

sumber :www.radarsukabumi.com

Selasa, 02 November 2010

mengawali cerita

Selamat datang ! di telor coplok blogspot.com
ha . . .haaa
knapa yach namanya telorcoplok ?
abis ktelor coplok udah da yang punya


yach yang bisa aza deh  . . . .
ehm udah ah sampai nanti